Yang sejati bagi Tuhan, yang palsu bagi manusia, kemewahan sejati adalah suatu kemewahan terhadap kreasi, sedangkan kemewahan yang palsu, suatu neraka bagi manusia, memberikan penghormatan terhadap produksi, kemewahan sejati dalam keadaannya yang murni hanya pernah eksis dalam masyarakat aristokrasi dan agraris, kemewahan sejati semacam itu merupakan konsumsi mewah terhadap benda - benda yang bersifat alami langka oleh pilihan Tuhan. benar bahwa banyak sekali budak dipekerjakan dalam menemukan, mentransportasikan, dan menyuling hasil - hasil alam ini. tetapi, tenaga kerja manusia di anggap rendah; begitu berhubungan dengan alam, tenaga kerja manusia, seperti itu dengan segera merosot menjadi suatu aktifitas alamiah. Dimata sang raja seorang penyelam mutiara tidak jauh berbeda dengan seekor babi yang berkeliaran untuk mendapatkan cendawan segar; pekerjaan seorang pembuat tali sepatu tidak pernah menjadikan tali sepatu tersebut menjadi seorang tukang tali sepatu yang malang.
.........sepatah kata yang membingungkan
yang muncul di tengah - tengah dunia
Menghancurkan keharmonisan alam........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar